Info Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung

Berita

Berisi seputar info terbaru Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung
Category filter:AllBeritaGaleri
No more posts
IMG_2610compress_.jpg
20/Apr/2015


IMG_2415compress_1.jpg
14/Apr/2015


Awan_Kesehatan_-_2015-03-24_09.06.36-1024x480.png
24/Mar/2015


Awan_Kesehatan_-_2015-03-24_09.06.36-1024x480.png
24/Mar/2015

IMG_20150319_161247

Workshop Pelatihan Sistem Informasi Jejaring Awan Kesehatan di IT Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, didukung penuh oleh Indihealth Kota Bandung menyelenggarakan Pelatihan Sistem Informasi Jejaring Awan Kesehatan. Pelatihan ini merupakan sebuah upaya guna meningkatkan kinerja pelayanan dengan menggunakan sistem informasi Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung dengan Media Elektronik.

IMG-20150319-WA0001

IMG-20150319-WA0002

Pelatihan dibuka langsung oleh Manager SPI Ibu Muliyanti, SE pada tanggal 19 Maret 2015 diruangan IT RSMB acara di lanjutkan dengan pengenalan Awan Kesehatan, apa Awan Kesehatan itu? Awan Kesehatan Muhammadiyah merupakan layanan teknologi informasi kesehatan dalam bentuk jejaring kesehatan berbasis model cloud computing yang mampu menghubungkan, memonitor, dan mengendalikan guna men-support pengambilan keputusan dari setiap jaringan unit pelayanan kesehatan milik Muhammadiyah.

Tidak lama setelah pengenalan dilanjutkan dengan Pelatihan oleh Bapak Teguh dan Bapak Tantan dari Indihealth Bandung memberikan penjelasan setiap modul administrator Awan Kesehatan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, Workshop Pelatihan Sistem Informasi Jejaring Awan Kesehatan selesai pada pukul 17.00 WIB.

1426758648344


30/Jan/2015

prof-crop

  1. N a m a : Prof.Dr.H.M.Rachmat Soelaeman,dr.,SpPD-KGH
  2. N.I.P. : 194306161967021001
  3. Tempat dan tanggal lahir : Tasikmalaya, 16 Juni 1943
  4. Pangkat / Golongan : Guru Besar, Gol.IV/e
  5. J a b a t a n : Guru Besar (Pensiun)
  6. Alamat Rumah : Jl. Jati Indah III/6 Bandung
  7. Alamat Kantor : Jl. Pasirkaliki No.190 Bandung

Penghargaan yang diterima :

Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 30 tahun, th. 1998

Piagam Penghargaan Satya Karya Bhakti kelas I, th. 2003

Riwayat pendidikan :

  1. Sekolah Dasar Negeri, 1955
  2. Sekolah Menengah Pertama Negeri, 1958
  3. Sekolah Menengah Atas Negeri, 1961
  4. Dokter Umum FK. UNPAD, 1969
  5. Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam FK. UNPAD, 1978
  6. Dokter Nefrologis 1986
  7. Lulus S3 2001

Pendidikan Tambahan :

  1. Kursus/latihan dalam negeri P4
  2. Mengikuti pendidikan ahli ginjal, Bandung, 1980
  3. Mengikuti pendidikan ahli ginjal, Jakarta, 1982
  4. Penataran Tenaga Akademis UNPAD, Bandung, 1982
  5. Peserta Penataran Proses Belajar Mengajar NKK, Unpad-Bandungk, 28 Juli s.d. 7 Agustus 1982.
  6. Kursus Dasar Imunologi (Nasional), Bandung, 1982
  7. Kursus/latihan dalam negeri AKTA V, Bandung, 1984
  8. Mengikuti pendidikan ahli ginjal, Jakarta, 1985
  9. Postgraduate course in nephrology, Kualalumpur, 1985
  10. The course on clinical epidemiology, Bandung, 1985.
  11. Mengikuti job training Team Transplantasi Ginjal di Netherland selama 1 bulan (7 April 1986 s.d. 7 Mei 1986.

 Riwayat Pekerjaan :

  1. Asisten Luar Biasa Pathologi Klinik, 1965-1966.
  2. Asisten Pathologi Klinik, 1967.
  3. Bekerja di Bagian Hematologi Pathologi Klinik RS dr.Hasan Sadikin/FK Unpad, 1969-1970.
  4. Bekerja di Bagian Biokimia Pathologi Klinik RS dr.Hasan Sadikin/FK Unpad, 1971.
  5. Bekerja di Bagian Physiology Pathologi Klinik RS dr.Hasan Sadikin/FK Unpad, 1972.
  6. Dosen Luar Biasa Pathologi Klinik pada Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Pasti & Pengetahuan Alam Unpad, 1970-1972.
  7. Menjadi Pembatu Dekan Bidang Admnistrasi/Keuangan, 20 Januari 1989 – 1 Maret 1996
  8. Sekertaris Senat FK Unpad 1996-2002
  9. Anggota senat Universitas Padjadjaran 1995-1998 dan 2003 samapi sekarang
  10. Ketua Unit Penelitian Kesehatan FKUP-RSHS 2002 sampai sekarang

Riwayat Pangkat / Jabatan :

  1. Calon Pegawai Negeri Sipil, Asisten Ahli Muda (Gol.III/a), 1 Februari 1967
  2. (Asisten Ahli Muda/Penata Muda (Gol.III/a), 1 Juni 1969
  3. Asisten Ahli/Penata Muda Tk.I (Gol.III/b), 1 Oktober 1972.
  4. Lektor Muda/Penata (Gol.III/c), 1 April 1977
  5. Lektor Madya/Penata Tk.I (Gol.III/d), 1 April 1981
  6. Pembina/Lektor (Gol.IV/a), 1 Oktober 1985
  7. Pembina Utama Muda/Lektor Kepala (Gol.IV/b), 1 Oktober 1991
  8. Pembina Tk.I/Lektor Kepala Madya (Gol.IV/c), 1995

Karya Ilmiah :

  •  Sebagai penulis utama (Author) :
  1. Rachmat Soelaeman : “17 Ketostiroid” diajukan pada Kongres IAPI, di Surabaya, 1971.
  2. Rachmat Soelaeman : “Trial Therapi Ferrotrin pada penderita anemia defisiensi besi” diajukan pada pertemuan karya ilmiah FKUP/RSHS di Bandung, 1974
  3. Rachmat Soelaeman : “Gangguan Penderita Anemia Kekurangan Besi”. Diajukan pada : KOPAPDI III Bandung, 1975.
  4. Rachmat Soelaeman : “Penderita anemi defisiensi besi yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSHS/FKUP selama 1969-1973” diajukan pada KOPAPDI III, di Bandung, 1975.
  5. Rachmat Soelaeman : “Artritis Rematoid Tinjauan Kasus di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSHS selama tujuh tahun (1970-1977)” di Bandung, 1978.
  6. Rachmat Soelaeman : “Diagnosa dan terapi artritis rematoid” diajukan pad pekn ilmiah FKUP/RSHS di Bandung, 19-21 Januari 1978.
  7. Rachmat Soelaeman : “Peranan dialisa peritoneal DP pada terapi keracunan” di Bandung, 21-23 Januari 1978.
  8. Rachmat Soelaeman : “Gangguan irama jantung pada penderita typhus abdominalis” diajukan pada Kongres Ahli Penyakit Dalam Indonesia ke IV di Medan, 28-30 Juni 1978.
  9. Rachmat Soelaeman : “Pengelolaan hipertensi esensiil” diajukan pada simposium hipertensi yang diadakan oleh Ikatan Dokter Indonesia Cabang Bandung, 13 Nopember 1980.
  10. Rachmat Soelaeman : “Beberapa pengalaman pemakaian prazosin” diajukan pada kongres Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia ke V di Semarang, Juni 1981.
  11. Rachmat Soelaeman : “Penanggulangan gagal ginjal akut” diajukan pada pekan ilmiah & simposium Nasional masalah penyakit ginjal dan saluran kemih, di Medan, Agustus 1982.
  12. Rachmat Soelaeman : “Krisis hipertensi” dimuat dalam buku bunga rampai Kedokteran, 1982.
  13. Rachmat Soelaeman : “Lupus miokarditis” diajukan pada kongres Perhimpunan Kardiologi Indonesia, di Surabaya, September 1984.
  14. Rachmat Soelaeman : “Pemakaian Carteolol pada hipertensi” diajukan pada KOPAPDI ke VI di Jakarta, Juli 1984.
  15. Rachmat Soelaeman : “Renal Amyloidosis” diajukan pada : Asian Qolloqium of Nephrolog, di Kualalumpur, 1985.
  16. Rachmat Soelaeman : “Ginjal pada Lepra” Diajukan pada : Konker PERNEFRI, 28 April 1985.
  17. Rachmat Soelaeman : “Kidney in Leprosis” Diajukan pada : Asian Colloqium in Nephrology, Kuala Lumpur, 1985.
  18. Rachmat Soelaeman : “Nefidipin for treatment of hypertension” diajukan pada Asean Congress of Cardiology, di Jakarta, 1986.
  19. Rachmat Soelaeman : “Hemodialisa” Diajuakan pada : HUT FKUP, Oktober 1987.
  20. Rachmat Soelaeman : “ERPF in Hypertension” Diajukan pada : Asian Colloqium in Nephrology, Jakarta, 1987.
  21. Rachmat Soelaeman : “Effect of Diltiazem in Hypertension” Diajukan pada : Asian Cardiology Congress, Jakarta, 1987.
  22. Rachmat Soelaeman : “Krisis Hipertensi: Diajukan pada :Buku Bunga Rampai FKUP, 1988.
  23. Rachmat Soelaeman : “Pengelolaan Hipertensi” Diajukan pada : Simposium Hipertensi, Cirebon, 1988.
  24. Rachmat Soelaeman : “Nicardipine Effect on Glomerular Filtration Rare” Diajukan pada : ISH Congress, Tokyo, 1990.
  25. Rachmat Soelaeman : “Hubungan Ginjal dan Hipertensi” Diajukan pada : Simposium Hipertensi, Bandung, 1990.
  26. Rachmat Soelaeman : “Peritoneal Dialysis” Diajukan pada : Simposium Gagal Ginjal. HUT Pertamina, 1 Desember 1990.
  27. Rachmat Soelaeman : “Acute renal failure” Diajukan pada : Simposium Gagal Hinjal HUT USU, 30 Agustus 1982.
  28. Rachmat Soelaeman : “ACE Inhibitor pada Hipertensi” Diajukan pada : Simposium Hipertensi, Bandung, 1995.
  29. Rachmat Soelaeman : “Cytosolic free calcium and inositol 1,4,5 triphosphate in monocyte of low rennin essential hypertension” World Congress of Nephrology Oktober 13-17 2001, San Franscisco USA
  30. Rachmat Soelaeman : “Plasma endothelin-1 and inositol 1,4,5 triphosphate in monocyte of low rennin essential hypertension” World Congress of Nephrology October 13-17 2001, San Franscisco USA
  31. Rachmat Soelaeman : “Peranan perubahan transduksi sinyal endotelin-1 dan kanal kalsium membrane plasma pada patofisiologi hipertensi esensial renin rendah” Disertasi Universitas Padjadjaran, 2001.
  • Sebagai penulis pembantu (Co-author) :

REFARAT :

  1. Pemeriksaan Sumsum Tulang, September 1970
  2. Pemeriksaan kadar cholesterol dan pemeriksaan ECG di Bagian Pathologi Klinik, 1968-1972.

PENELITIAN :

  1. Penentuan harga normal hematologi (siswa perawat) di Bagian Pathologi Klinik FKUP/RSHS, tahun 1970.
  2. Penentuan harga normal 17 ketosteroid dalan urine (pegawi & dokter) di Bagian Pathologi Klinik FKUP/RSHS, tahun 1971.
  3. Penentuan harga normal cholesterol (mahasisw dan atlit PON) di Bagian Pathologi Klinik FKUP/RSHS, tahun 1973.
  4. Gambaran Penderita Anemia Kekurangan Besi. Diajukan pada : KOPAPDI III. Bandung, 1975
  5. Gangguan Irama Jantung pada Penderita Typhus Abdominalis. Diajukan pada : KOPAPDI IV. Medan 1978
  6. Artritis rematoid. Diajukan pada : Tugas akhir Pendidikan Spesialis Peny. Dalam 1978
  7. Acute renal failure. Diajukan pada : Simposium Gagal Ginjal. HUT USU, 30 Agustus 1982
  8. Alopecia pada Gagal Ginjal Menahun. Diajukan pada KOPAPDI VI, di Jakarta, Juli 1984.
  9. Gagal Ginjal Akut pada Hepatitis. Diajukan pada KOPAPDI VI, di Jakarta, Juli 1984.
  10. Ginjal pada Lepra. Diajukan pada : Konker PERNEFRI, 28 April 1985
  11. Kidney in Leprosis. Diajukan pada : Asian Colloqium in Nephrology. Kuala Lumpur 1985
  12. Diajukan pada : HUT FKUP, Oktober 1987
  13. ERPF in Hypertension. Diajukan pada : Asian Colloqium in Nephrology. Jakarta 1987
  14. Effect of Diltiazem in Hypertension. Diajukan pada: Asian Cardiology Congess. Jakarta 1987
  15. Krisis Hipertensi. Diajukan pada : Bunga Rampai FKUP 1988
  16. Pengelolaan Hipertensi. Diajukan pada : Simposium Hipertensi, Cirebon 1988
  17. Nicardipine Effect on Glomerular Filtration Rate. Diajukan pada : ISH Congress. Tokyo 1990
  18. Hubungan Ginjal dan Hipertensi. Diajukan pada : Simposium Hipertensi. Bandung 1990
  19. Peritoneal Dialysis. Diajukan pada : Simposium Gagal Ginjal. HUT Pertamina, 1 Desember 1990
  20. ACE Inhibitor pada Hipertensi. Diajukan pada : Simposium Hipertensi. Bandung 1995.
  • Keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah :
  1. Mengikuti KONIKA II di Bandung, April 1971.
  2. Mengikuti Kongres IAPI di Surabaya, September 1971.
  3. Mengikuti Pekan Ilmiah HUT FKUP ke-15 di Bandung, tanggal 4-9 September 1972.
  4. Mengikuti Pekan Ilmiah Shock di FKUP, tanggal 15-16 Juni 1973.
  5. Mengikuti Kongres Nsional Hematologi-Tranfusi (Nasional), Bandung, 1980
  6. Mengikuti Simposium Nasional Koma (Nasional), Ujungpandang, 1980
  7. Mengikuti Simposium infeksi Nosokomial (Regional), Bandung, 1980
  8. Mengikuti “The Fourth Colloqium in Nephrologi” di Hongkong, 8-14 November 1981.
  9. Mengikuti KOPAPDI V (Nasional), Semarang, 1981
  10. Mengikuti Simposium Syok Anafilaktik (Regional), Bandung, 1981
  11. Mengikuti Simposium Masalah Penyakit Ginjal (Nasional), Medan, 1982
  12. Mengikuti Simposium Penyakit Jantung (Nasional), Jakarta, 1982
  13. Mengikuti Second Asian Pasific Congress of Nephrology (Internasional), Melbourne, 1983
  14. Mengikuti Simposium hipertensi (Nasional), Jakarta, 1983
  15. Mengikuti Asian Pasific Congress of Cardiology (Internasional), Taipei, 1983
  16. Mengikuti Simposium Penyakit Kardiovaskuler (Nasional), Jakarta,1983
  17. Mengikuti Asian Symposium on Hypertension (Internasional), Denpasar, 1983
  18. Mengikuti Simposium Konsep Baru Penanganan Penyakit Jantung dan Hipertensi (Regional), Bandung, 1983
  19. Mengikuti Simposium Pemakaian Beta Blocker (Regional), Bandung, 1983
  20. Mengikuti Simposium Penanggulangan Infark Miokard (Nasional), Denpasar, 1983
  21. Mengikuti Kongres Nasional IV PERKI (Nasional), Surabaya, 1984
  22. Mengikuti Kongres Nasional VI Kopapdi (Nasional), Jakarta, 1984
  23. Mengikuti Internasional congress of internal medicine (Internasional), Kyoto, 1984
  24. Mengikuti Simposium kalsium antagonis (Nasional), Jakarta, 1984
  25. Mengikuti Pekan Ilmiah FKUP (Regional), Bandung, 1984
  26. Mengikuti Simposium Stroke (Regional), Bandung, 1984
  27. Mengikuti Simposium penyakit jantung iskemik (Regional), Bandung, 1985
  28. Mengikuti Sixth asian colloqium nephrology (Internasional), Kualalumpur, 1985
  29. Mengikuti Seminar on renal transplantation (Internasional), Kualalumpur, 1985
  30. Mengikuti Simposium penyakit ginjal di masyarakat (Nasional), Bandung, 1985
  31. Menghadari “Asian Pacific Congress of Nephrology” di Singapura, tanggal 5-10 Oktober 1986.
  32. Mengikuti acara “The 16th International Symposium of Indapamide”, di Thailand-Bangkok, pada tanggal 15 November 1987.
  33. Mengikuti acara “The Seventh Asian Colloqium in Nephrology”, di Taipei-Taiwan, pada tanggal 22-28 November 1987.
  34. Mengikuti acara “2nd International Nifedipine GITS Symposium” di Paris, tanggal 8-12 Juni 1994.
  35. Mengikuti kongres “11th Asian Pasific Congress of Cardiology” di Nusa Dua – Bali, pada tanggal 18-20 September 1995.
  36. Mengikuti acara “Kongres International Society Hypertension” di Amsterdam Belanda, pada tanggal 7-11 Juni 1998.
  37. Mengikuti “Asia Clinical Trials Conference 1998” di Hong Kong, tanggal 25-27 Oktober 1998.
  38. Mengikuti “Congress International Society of Nephrology” di San Francisco, USA, tanggal 14-17 Oktober 2001.
  39. Mengikuti acara “19th Scientific Meeting of the International Society of Hypertension” di Praha, Republik Cheko, tanggal 23-27 Juni 2002.

Organisasi yang dimasuki :

  1. IDI
  2. PAPDI
  3. Pernefri
  4. InaSH
  5. ISH
  6. InaSN

 Pengabdian Masyarakat/Ceramah/dll. :

  1. Sebagai Sekretaris pada acara Simposium Aspek Klinik Tuberkulosa, oleh Badan Pelaksana Continuing Medical Education IDI Cabang Bandung, pada 28 Maret 1981.
  2. Memberikan Ceramah Klinik mengenai “Hipertensi” di Kabupaten Sukabumi, pada tgl 15 Maret 1986.
  3. Sebagai Pembicara pada kegiatan ilmiah/simposium “Hipertensi pada Kehamilan (Eklampsi)” di Gedung RRI/BP Bumi Sangkuriang Bandung, 25 Oktober 1986
  4. Memberikan Ceramah kepada paramedis RSU Muhammadiyah dalam rangka pelayanan Gawat Darurat, pada tanggal 21 Mei 1988.
  5. Sebagai Sekretaris pada Simposium “Era Baru Pengobatan dengan Anti-biotika”, di Hotel Panghegar Bandung, 16 Agustus 1988.
  6. Menyampaikan makalah (ceramah ilmiah} pada pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia Cabang Tasikmalaya, di Ruang Rapat RSU Tasikmalaya, tgl 27 Agustus 1988.
  7. Sebagai Pembicara pada acara Simposium “Pengelolaan Mutakhir Penyakit Hipertensi Dalam Praktek sehari-hari” di BP Bumi Sangkuriang Bandung, tanggal 9 September 1989.
  8. Sebagai Pembicara pada acara Simposium “Peranan Quinolone Dalam Penanggulangan Infeksi” topik “UTI Complicated Types” di Aula Unpad Bandung, 9 Juni 1990.
  9. Memberikan Ceramah Kesejahteraan “Mengenal Hipertensi dan Pengelolaannya” pada Yayasan Sosial dan Pendidikan Eka Sapta di Gedung ex MIPA Unpad Bandung, pada tanggal 18 Nopember 1990.
  10. Sebagai Pembicara pada Siang Klinik “Era Baru Penatalaksanaan Hipertensi Dengan Ace Inhibitor” di Cirebon, tanggal 10 Agustus 1991.
  11. Sejak April 1988 s.d. April 1991
  • Melaksanakan kegiatan Rawat Jalan Ginjal/Hipertensi
  • Melaksanakan kegiatan Rawat Inap Ginjal/Hipertensi
  • Melaksanakan sebagai konsulen di RS Muhamadiyah
  1. Sebagai Moderator pada acara Simposium sehari “Penatalaksanaan Hipertensi & Gagal Jantung” di Hotel Horison Bandung, tanggal 25 Oktober 1992.
  2. Panitia dalam Bidang Sarana Fisik Penjajagan Pembangunan RS Khusus Bedah dan Pusat Diagnostik di Jl.Dipati Ukur No.46 Bandung, SK Rektor Unpad, 29 Januari 2002
  3. Sebagai Nara Sumber Panitia Penjajagan Pembangunan RS Khusus Bedah dan Pusat Diagnostik di Jl.Dipati Ukur No.46 Bandung, SK Rektor Unpad, 29 Januari 2003
  4. Sebagai anggota Sekretaris/Wakil Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman dalam Pengangkatan Panitia Evaluasi Kurikulum Kepaniteraan di Fakultas Kedokteran Unpad, 01 Agustus 2003

 Pengalaman mengajar/membimbing/menguji mahasiswa D3/S1/Profesi/Sp1/S2/S3 :

  1. Mengajar :
  2. Memberi kuliah/praktikum Pathologi Klinik pada Mahasiswa FIPPA Unpad
  3. Memberi kuliah/praktikum Pathologi Klinik pada Dokter Gigi dalam SLOS
  4. Memberi kuliah Ilmu Penyakit Dalam-Ginjal/Hipertensi diperguruan tinggi dalam tahun akhir
  5. Memberi kuliah Pathologi Klinik di perguruan tinggi ini
  6. Membimbing :

       Coasistent : Bimbingan khusus

                          Responsi mahasiswa

  1. Pembimbing I dalam membimbing kegiatan penelitian/penulisan Karya tulis akhir dari Sri Shujuan,dr. pada tanggal 23 Januari 2004.
  2. Pembimbing II dalam membimbing kegiatan penelitian/penulisan karya tulis akhir dari Rudi Supriyadi,dr. pada tanggal 23 Januari 2004.
  3. Pembimbing II dalam membimbing kegiatan penelitian/penulisan karya tulis akhir dari Nanny Natalia,MS.,dr. pada tanggal 23 Januari 2004.

IMG_2217_red-1024x683.jpg
25/Jan/2015


IMG_2356_resized.jpg
25/Jan/2015

IMG_2356_resized

Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung menyelenggarakan acara Peresmian Masjid Fathul Baari, Acara tersebut diselenggarakan di halaman Masjid Fathul Baari, Jum’at (23/01) dan dihadiri oleh Direksi, Manager dan Kepala seksi RSMB. Pembukaan acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-quran

IMG_2333_resized

kemudian sambutan dari Direktur Utama Dr. Hj. Tety H Rahim, Sp.THT-KL, M.Kes, MH.Kes, lalu sambutan dari Wakil Yanmed dan Keperawatan Dr. H. Hamdan Agus Hakim, MM,.

IMG_2347_resized

Setelah itu seperti biasa di pagi hari Jum’at melakukan kegiatan Jimat (Ngaji Jum’at) yang dihadiri oleh Ustadz KH DR Muchtar Khalid, Mag.

IMG_2355_resized

IMG_2356_resized

IMG_2357_resized

Puncak acara dari peresmian adalah gunting pita, oleh Direktur utama, Dr. Hj. Tety H Rahim, Sp.THT-KL, M.Kes, dan ketua PWM Jawa Barat Drs. H. Ayat Dimyati, M.Ag. secara simbolis diresmikannya Masjid Fathul Baari.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Tety H Rahim, Sp.THT-KL, M.Kes, mengucapkan rasa syukur sebesar-besarnya kepada Allah SWT bahwa telah diresmikannya Masji Fathul Baari.

Dalam kesempatan yang sama Dr. Hj. Tety H Rahim, Sp.THT-KL, M.Kes, selaku Direktur utama

berharap supaya Masjid tersebut nantinya dapat digunakan untuk kepentingan ibadah Karyawan dan keluarga pasien Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung dengan memberikan fasilitas yang nyaman

”semoga Masjid Fathul Baari digunakan sebagai tempat ibadah yang nyaman dan layak pakai” tambahnya.

IMG_2364_resized

IMG_2379_resized

Acara dilanjutkan dengan Ramah Tamah sebagai rasa bersyukur kepada Allah SWT karena telah diresmikannya Masjid Fathul Baari.

 


IMG_2356_resized.jpg
25/Jan/2015


20141230_111445reduce-1024x576.jpg
24/Jan/2015


ginjal-300x229.jpg
24/Jan/2015

Anatomi

Ginjal terletak dibagian belakang abdomen atas, dibelakang peritonium (retroperitoneal), didepan dua kosta terakhir dan tiga otot-otot besar (transversus abdominis, kuadratus lumborum dan psoas mayor) di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjaradrenal (juga disebut kelenjar suprarenal). Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal pada orang dewasa  berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan manusia dewasa. Berat kedua ginjal kurang dari 1% berat seluruh tubuh atau kurang lebih beratnya antara 120-150 gram.

Ginjal

Ginjal Bentuknya seperti biji kacang, dengan lekukan yang menghadap ke dalam.  Jumlahnya ada 2 buah yaitu kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit ke bawah dibandingkan  ginjal kiri untuk memberi tempat  lobus hepatis dexter yang besar.  Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yang tebal. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam guncangan. Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapat cortex renalis di bagian luar, yang berwarna coklat gelap, dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna coklat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis. Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, pembuluh limfe, ureter dan nervus. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga kaliks renalis majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga kaliks renalis minores. Medulla terbagi menjadi bagian segitiga yang disebut piramid. Piramid-piramid tersebut dikelilingi oleh bagian korteks dan tersusun dari segmen-segmen tubulus dan duktus pengumpul nefron. Papila atau apeks dari tiap piramid membentuk duktus papilaris bellini yang terbentuk dari kesatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul (Price,1995 : 773).

Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Nefron adalah unit fungsional ginjal. Setiap nefron terdiri dari kapsula bowman, tumbai kapiler glomerulus, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle dan tubulus kontortus distal, yang mengosongkan diri keduktus pengumpul. (Price, 1995) Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler, bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter, kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin.

Vaskularisasi ginjal

Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II. Vena renalis menyalurkan darah kedalam vena kavainferior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Saat arteri renalis masuk kedalam hilus, arteri tersebut bercabang menjadi arteri interlobaris yang berjalan diantara piramid selanjutnya membentuk arteri arkuata kemudian membentuk arteriola interlobularis yang tersusun paralel dalam korteks. Arteri interlobularis ini kemudian membentuk arteriola aferen pada glomerulus (Price, 1995). Glomeruli bersatu membentuk arteriola aferen yang kemudian bercabang membentuk sistem portal kapiler yang mengelilingi tubulus dan disebut kapiler peritubular. Darah yang mengalir melalui sistem portal ini akan dialirkan kedalam jalinan vena selanjutnya menuju vena interlobularis, vena arkuarta, vena interlobaris, dan vena renalis untuk akhirnya mencapai vena cava inferior. Ginjal dilalui oleh sekitar 1200 ml darah permenit suatu volume yang sama dengan 20-25% curah jantung (5000 ml/menit) lebih dari 90% darah yang masuk keginjal berada pada korteks sedangkan sisanya dialirkan ke medulla. Sifat khusus aliran darah ginjal adalah otoregulasi aliran darah melalui ginjal arteiol afferen mempunyai kapasitas intrinsik yang dapat merubah resistensinya sebagai respon terhadap perubahan tekanan darah arteri dengan demikian mempertahankan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus tetap konstan ( Price, 1995).

Persarafan Pada Ginjal

Menurut Price (1995) “Ginjal mendapat persarafan dari nervus renalis (vasomotor), saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk kedalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal”.

Fisiologi Ginjal

Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah “menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari.

Fungsi Ginjal

Fungsi ginjal adalah

a) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun,

b)      mempertahankan  keseimbangan cairan tubuh,

c)      mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan

d)     mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak.

e)     Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.

f)     Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah.

g)    Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah. Tahap

 

 Pembentukan Urine

Filtrasi Glomerular

Pembentukan kemih dimulai dengan filtrasi plasma pada glomerulus, seperti kapiler tubuh lainnya, kapiler glumerulus secara relatif bersifat impermiabel terhadap protein plasma yang besar dan cukup permabel terhadap air dan larutan yang lebih kecil seperti elektrolit, asam amino, glukosa, dan sisa nitrogen. Aliran darah ginjal (RBF = Renal Blood Flow) adalah sekitar 25% dari curah jantung atau sekitar 1200 ml/menit. Sekitar seperlima dari plasma atau sekitar 125 ml/menit dialirkan melalui glomerulus ke kapsula bowman. Ini dikenal dengan laju filtrasi glomerulus (GFR = Glomerular Filtration Rate). Gerakan masuk ke kapsula bowman’s disebut filtrat. Tekanan filtrasi berasal dari perbedaan tekanan yang terdapat antara kapiler glomerulus dan kapsula bowman’s, tekanan hidrostatik darah dalam kapiler glomerulus mempermudah filtrasi dan kekuatan ini dilawan oleh tekanan hidrostatik filtrat dalam kapsula bowman’s serta tekanan osmotik koloid darah. Filtrasi glomerulus tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan-tekanan koloid diatas namun juga oleh permeabilitas dinding kapiler.

pembentukan-urineReabsorpsi

Zat-zat yang difilltrasi ginjal dibagi dalam 3 bagian yaitu : non elektrolit, elektrolit dan air. Setelah filtrasi langkah kedua adalah reabsorpsi selektif zat-zat tersebut kembali lagi zat-zat yang sudah difiltrasi.

Sekresi

Sekresi tubular melibatkan transfor aktif molekul-molekul dari aliran darah melalui tubulus kedalam filtrat. Banyak substansi yang disekresi tidak terjadi secara alamiah dalam tubuh (misalnya penisilin). Substansi yang secara alamiah terjadi dalam tubuh termasuk asam urat dan kalium serta ion-ion hidrogen. Pada tubulus distalis, transfor aktif natrium sistem carier yang juga telibat dalam sekresi hidrogen dan ion-ion kalium tubular. Dalam hubungan ini, tiap kali carier membawa natrium keluar dari cairan tubular, cariernya bisa hidrogen atau ion kalium kedalam cairan tubular “perjalanannya kembali” jadi, untuk setiap ion natrium yang diabsorpsi, hidrogen atau kalium harus disekresi dan sebaliknya. Pilihan kation yang akan disekresi tergantung pada konsentrasi cairan ekstratubular (CES) dari ion-ion ini (hidrogen dan kalium). Pengetahuan tentang pertukaran kation dalam tubulus distalis ini membantu kita memahami beberapa hubungan yang dimiliki elektrolit dengan lainnya. Sebagai contoh, kita dapat mengerti mengapa bloker aldosteron dapat menyebabkan hiperkalemia atau mengapa pada awalnya dapat terjadi penurunan kalium plasma ketika asidosis berat dikoreksi secara theurapeutik.

Edisi Selanjutnya Gejala Penyakit Ginjal

Tim Ginjal RS. Muhammadiyah Bandung

  1. Prof DR. Dr. H Rachmat Soelaeman,Sp PD-KGH
  2. dr. Hj. Lien Sumarlina
  3. 9 Perawat Terlatih Hemodialisa

Source


© Copyright 2021 - Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung.

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful