Info Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung

Berita

Berisi seputar info terbaru Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung
Category filter:AllBeritaGaleri
No more posts
ginjal-300x229.jpg
24/Jan/2015

Anatomi

Ginjal terletak dibagian belakang abdomen atas, dibelakang peritonium (retroperitoneal), didepan dua kosta terakhir dan tiga otot-otot besar (transversus abdominis, kuadratus lumborum dan psoas mayor) di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjaradrenal (juga disebut kelenjar suprarenal). Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal pada orang dewasa  berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan manusia dewasa. Berat kedua ginjal kurang dari 1% berat seluruh tubuh atau kurang lebih beratnya antara 120-150 gram.

Ginjal

Ginjal Bentuknya seperti biji kacang, dengan lekukan yang menghadap ke dalam.  Jumlahnya ada 2 buah yaitu kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit ke bawah dibandingkan  ginjal kiri untuk memberi tempat  lobus hepatis dexter yang besar.  Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yang tebal. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam guncangan. Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapat cortex renalis di bagian luar, yang berwarna coklat gelap, dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna coklat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis. Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, pembuluh limfe, ureter dan nervus. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga kaliks renalis majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga kaliks renalis minores. Medulla terbagi menjadi bagian segitiga yang disebut piramid. Piramid-piramid tersebut dikelilingi oleh bagian korteks dan tersusun dari segmen-segmen tubulus dan duktus pengumpul nefron. Papila atau apeks dari tiap piramid membentuk duktus papilaris bellini yang terbentuk dari kesatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul (Price,1995 : 773).

Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Nefron adalah unit fungsional ginjal. Setiap nefron terdiri dari kapsula bowman, tumbai kapiler glomerulus, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle dan tubulus kontortus distal, yang mengosongkan diri keduktus pengumpul. (Price, 1995) Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler, bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter, kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin.

Vaskularisasi ginjal

Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II. Vena renalis menyalurkan darah kedalam vena kavainferior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Saat arteri renalis masuk kedalam hilus, arteri tersebut bercabang menjadi arteri interlobaris yang berjalan diantara piramid selanjutnya membentuk arteri arkuata kemudian membentuk arteriola interlobularis yang tersusun paralel dalam korteks. Arteri interlobularis ini kemudian membentuk arteriola aferen pada glomerulus (Price, 1995). Glomeruli bersatu membentuk arteriola aferen yang kemudian bercabang membentuk sistem portal kapiler yang mengelilingi tubulus dan disebut kapiler peritubular. Darah yang mengalir melalui sistem portal ini akan dialirkan kedalam jalinan vena selanjutnya menuju vena interlobularis, vena arkuarta, vena interlobaris, dan vena renalis untuk akhirnya mencapai vena cava inferior. Ginjal dilalui oleh sekitar 1200 ml darah permenit suatu volume yang sama dengan 20-25% curah jantung (5000 ml/menit) lebih dari 90% darah yang masuk keginjal berada pada korteks sedangkan sisanya dialirkan ke medulla. Sifat khusus aliran darah ginjal adalah otoregulasi aliran darah melalui ginjal arteiol afferen mempunyai kapasitas intrinsik yang dapat merubah resistensinya sebagai respon terhadap perubahan tekanan darah arteri dengan demikian mempertahankan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus tetap konstan ( Price, 1995).

Persarafan Pada Ginjal

Menurut Price (1995) “Ginjal mendapat persarafan dari nervus renalis (vasomotor), saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk kedalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal”.

Fisiologi Ginjal

Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah “menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari.

Fungsi Ginjal

Fungsi ginjal adalah

a) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun,

b)      mempertahankan  keseimbangan cairan tubuh,

c)      mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan

d)     mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak.

e)     Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.

f)     Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah.

g)    Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah. Tahap

 

 Pembentukan Urine

Filtrasi Glomerular

Pembentukan kemih dimulai dengan filtrasi plasma pada glomerulus, seperti kapiler tubuh lainnya, kapiler glumerulus secara relatif bersifat impermiabel terhadap protein plasma yang besar dan cukup permabel terhadap air dan larutan yang lebih kecil seperti elektrolit, asam amino, glukosa, dan sisa nitrogen. Aliran darah ginjal (RBF = Renal Blood Flow) adalah sekitar 25% dari curah jantung atau sekitar 1200 ml/menit. Sekitar seperlima dari plasma atau sekitar 125 ml/menit dialirkan melalui glomerulus ke kapsula bowman. Ini dikenal dengan laju filtrasi glomerulus (GFR = Glomerular Filtration Rate). Gerakan masuk ke kapsula bowman’s disebut filtrat. Tekanan filtrasi berasal dari perbedaan tekanan yang terdapat antara kapiler glomerulus dan kapsula bowman’s, tekanan hidrostatik darah dalam kapiler glomerulus mempermudah filtrasi dan kekuatan ini dilawan oleh tekanan hidrostatik filtrat dalam kapsula bowman’s serta tekanan osmotik koloid darah. Filtrasi glomerulus tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan-tekanan koloid diatas namun juga oleh permeabilitas dinding kapiler.

pembentukan-urineReabsorpsi

Zat-zat yang difilltrasi ginjal dibagi dalam 3 bagian yaitu : non elektrolit, elektrolit dan air. Setelah filtrasi langkah kedua adalah reabsorpsi selektif zat-zat tersebut kembali lagi zat-zat yang sudah difiltrasi.

Sekresi

Sekresi tubular melibatkan transfor aktif molekul-molekul dari aliran darah melalui tubulus kedalam filtrat. Banyak substansi yang disekresi tidak terjadi secara alamiah dalam tubuh (misalnya penisilin). Substansi yang secara alamiah terjadi dalam tubuh termasuk asam urat dan kalium serta ion-ion hidrogen. Pada tubulus distalis, transfor aktif natrium sistem carier yang juga telibat dalam sekresi hidrogen dan ion-ion kalium tubular. Dalam hubungan ini, tiap kali carier membawa natrium keluar dari cairan tubular, cariernya bisa hidrogen atau ion kalium kedalam cairan tubular “perjalanannya kembali” jadi, untuk setiap ion natrium yang diabsorpsi, hidrogen atau kalium harus disekresi dan sebaliknya. Pilihan kation yang akan disekresi tergantung pada konsentrasi cairan ekstratubular (CES) dari ion-ion ini (hidrogen dan kalium). Pengetahuan tentang pertukaran kation dalam tubulus distalis ini membantu kita memahami beberapa hubungan yang dimiliki elektrolit dengan lainnya. Sebagai contoh, kita dapat mengerti mengapa bloker aldosteron dapat menyebabkan hiperkalemia atau mengapa pada awalnya dapat terjadi penurunan kalium plasma ketika asidosis berat dikoreksi secara theurapeutik.

Edisi Selanjutnya Gejala Penyakit Ginjal

Tim Ginjal RS. Muhammadiyah Bandung

  1. Prof DR. Dr. H Rachmat Soelaeman,Sp PD-KGH
  2. dr. Hj. Lien Sumarlina
  3. 9 Perawat Terlatih Hemodialisa

Source


Kista-Ginjal.jpg
24/Jan/2015

 

Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan menjadi dua, yaitu akut dan kronis. Gejala gangguan ginjal akut, yaitu bengkak mata dan kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), sakit jika kencing, demam, kencing sedikit, kencing berwarna merah karena mengandung darah, atau justru sering kencing. Juga ada kelainan pada urin, seperti terdapat protein, darah merah, darah putih, dan bakteri. Gejala gangguan ginjal kronis, yaitu lemas, tak ada tenaga, tak ada nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, dan pucat atau anemi. Seperti gejala gangguan ginjal akut, ada kelainan pada urin yang mengandung protein, darah merah, dan darah putih. Hasil pemeriksaan laboratorium juga memperlihatkan kreatinin darah naik. Hb turun dan urin selalu postif mengandung protein.

Prinsipnya adalah mewaspadai gejala dan penyebab, sekalipun kita termasuk bukan golongan beresiko. Apalagi jika termasuk golongan beresiko. Gangguan gejala penyakit ginjal dapat menyerang kelompok yang beresiko maupun yang tidak beresiko. Termasuk beresiko adalah mereka yang memiliki keluarga dengan gangguan penyakit ginjal keturunan, seperti batu ginjal, ginjal polikistik, atau penyakit umum seperti diabetes melitus, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas (kegemukan) dan asam urat.

Yang tidak beresiko pada gejala penyakit ginjal adalah mereka yang berpola hidup sehat, tapi suatu saat mengalami gangguan seperti buang air kecil, terganggu atau tidak normal.Nyeri pinggang, dan bengkak mata. Jadi sekalipun saat ini kondisi ginjal kelompok beresiko dan tidak beresiko dalam keadaan sehat, kewaspadaan tetap harus dijaga. Bagaimana dengan kelompol yang memang sudah mengalami gangguan ginjal? Pada kelompok dengan gangguan ginjal ringan/sedang, perlu berhati-hati pada obat rematik dan antibiotic tertentu. Jika terkena infeksi, obati segera. Hindari kekurangan cairan seperti karena muntaber dan lakukan control secara periodic. Bagi kelompok tergganggu berat atau menderita gagal ginjal terminal, melakukan terapi pengganti secar rutin dan benar merupakan pilihan bijaksana. Dan sebisanya tepati jadwal itu karena tak ada untungnya menunda. Dan yang ideal adalah cangkok ginjal.

Orang awam sering rancu antara apa yang disebut dengan cuci darah dengan transfuse darah pada penanganan penyakit ginjal. Dua hal yang amat berbeda, sekalipun pada keadaan tertentu, keduanya berhubungan. Berhubungan karena kadang orang yang mengalami cuci darah memerlukan transfuse. Pada transfuse darah, darah orang lain dimasukkan ke dalam tubuh kita. Pada cuci darah, darah kita sendiri yang bersirkulasi keluar masuk melewati saringan buatan.

Pada proses cuci darah, darah pasien dengan bantuan mesun akan dialirkan ke dalam ginjal buatan dan langsung kembali masuk ke dalam tubuh. Proses ini berlangsung secara terus menerus selama 4-5 jam. Pada transfuse darah  hanya ada satu tempat yang ditusuk dengan jarum berlubang, sementara pada proses cuci darah diperlukan dua. Satu untuk keluar dan lainnya untuk masuknya darah. Cuci darah bukan satu-satunya terapi pengganti fungsi ginjal. Ada terapi lain juga.

Penyakit Ginjal

 Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat   banyak (sangat vaskuler) yang fungsi atau tugas dasarnya adalah menyaring atau membersihkan darah. Volume aliran darah 1,2 liter/menit atau 1700 liter per hari yang kemudian disaring menjadi cairan filtrate seabanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke tubulus. Cairan filtrate ini diproses dalam tubulus  sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanayak 1-2 liter per hari.Sebagai resume, fungsi ginjal adalah seperti berikut : 1. Bertugas sebaqgai system filter/saringan, dan membuang sampah; 2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh; 3. Produksi hormone yang mengontrol tekanan darah; 4. Produksi hormone erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah dan ; 5. Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang. Jika fungsi ginjal terganggu hal ini akan mengakibatkan penyakit ginjal pada manusia.

 Penyebab penyakit ginjal banyak ditandai, tergantung dari masing-masing penyakit jenis apa. 1. Penyakit umum atau sistemik : kencing manis -diabetes melitus, hipertensi, kolesterol tinggi-dislipidemia, SLE, penyakit lupus, penyakit kekebalan tubuh lain, asam urat tinggi,-hyperuricemia-gout, infeksi dibadan : paru (TBC), sifilis, malaria, hepatitis, preeclampsia, obat-obatan, amiloidosis, kehilangan cairan banyak yang mendadak : muntaber, perdarahan, luka bakar. Hal –hal tadi dapat berakibat gangguan atau penyakit pada ginjal.. 2 . penyakit lokal pada ginjal : penyakit pada saringan (glomerulus)- glumorelunophritis, infeksi: kuman-pyelonephritis, ureteritis, batu bisa karena bakat.keturjnan, kelainan proses di ginjal (nepghrolithiasis), kista diginjal seperti polycystic kidney, trama karena benturan, terpukul, keganasan yang disebabkan oleh kanker seperti malignancy atau sumbatan seperti batu, tumor, penyempitan/striktur.

Terdapat bermacam-macam penyakit ginjal, sehingga pasien datang ke dokter juga dengan macam-macam gejala. Berikut ini kemungkinan seorang pasien dengan kumpulan gejala atauu sindrom penyakit ginjal seperti berikut ini : 1 . Gagal ginjal akutdengan gangguan mendadak, fungsi ginjal anjlok, tidak keluar urin ; 2. Nefritis akut yang muncul mendadak pada saringan ginjal atau glomerulus,maka, tungkai bengkak, ditemukan protein dan darah di urin ; 3. Gagal ginjal kronik dengan ganguan kronis menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun. Keluhan dan gejala antara lain dengan kondisi lemas, nafsu makan menurun, mual, pucat, kencing sedikit, sesak nafas.

  1. Sindrom nefrotik seperti adanya gangguan pada saringan ginjal, terjadi kebocoran protein yang hebat dari darah melalui glomerulus/saringan ke urin, terdapat bengkak  pada muka, kaki dan perut, dan maniknya kolesterol ; 5. Infeksi saluran kemih dengan terjaduny infeksi diginjak dan pada saluran kemih lainnya yang bisa akut dan kronis. Sakit pinggang, demam, kencing sakit bisa hanya pegal pinggang; 6. Gangguan pada tubulus ginjal; 7. Hipertensi yang umumnya tanpa gejala; 8. Batu ginjal/saluran kemih seperti nyeri hebat kolik, darah diurin; 9. Obstruksi saluran kemih seperti saluran kemih terbendung tumor, dan terjadinya striktur atau penyempitan, dan 10. Ganguan  ginjal tanpa gejala  (asimptomatik).

Jadi bila mencurigai ada gangguan atau penyakit ginjal, disarankan melakukan pemeriksaan yang paling sederhana yaitu memeriksakan urin lengkap di laboratorium untuk mendapatkan dara atau fakta awal yang berguna unutk proses selanjutnya menemukan apakah terjadi penyakit ginjal. Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan pada 2 golongan akut dan kronis.

Penyakit Kista Ginjal

Kista-kista (benojolan berisi cairan) kecil yang berbentuk pada ginjal biasanya terjadi sebagai kelainan bawaan, yang dikenal sebagai kasus penyakit kista ginjal (poly-cystic kidney disease/PKD). Biasanya gejalanya baru diketahui setelah penderita dewasa. Pembesaran kista tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal, dan berakibat gagal ginjal.

Gejala penyakit kista ginjal adalah :

  1. Perut terasa kembung akibat terjadnya pembesaran ginjal
  2. Urin keluar dalam jumlah banyak karena ginjal tidak bisa lagi memekatkannya.
  3. Ada gumpalan besar pada bagian kanan atau kiri panggul.

Penyakit kista ginjal merupakan lesu yang terutama terlihat pada dewasa, ukurannya bervariasi, bisa multipel atau bilateral. Pemeriksaan ultrasonografi ginjal atau sidik CT abdomea yang sering dapat membedakan kista ginjal jinak dari lesi neoplastik, walaupun arteriogram mungkin diperlukan Jika kita tidak yakin bahwa kelainan tersebut jinak, maka fungsi kita ditambah sistogram ginjal (foto sinar-x dari kista yang terisi kontras) bisa dilakukan. Cairan kista diperiksa bagi adanya darah dan/atau sitologi abnormal. Pada kasus yang meragukan, eksplorasi ginjal dengan inspeksi visual pada lesi dan pembuangan dinding kista untuk analisis hstologi, mungkin merupakan satu-satunya cara untuk membuat diagnosis definitive.

 Pada pemeriksaan fisis harus dilakukan palpasi untuk mencari massa abdomen yang bisa merupakan petunjuk adnaya tumor atau kista pada ginjal. Pemeriksaan rectal untuk mencari keganasan prostat dan pengukuran tekanan darah.  Jika penyakit kista ginjaltidak menunjukkan suatu gejala apapun dan tidak mengganggu aktivitas sehari-sehari penderitanya, hal ini pasien tidak memerlukan perawatan intensif. Namun, dokter akan tetap merekomendasikan tes pencitraan secara rutin untuk melihat apakah ukuran dari kista ginjal ini membesar. Kadang, kista ginjal juga akan hilang dengan sendirinya. Untuk masalah kista yang mengganggu, ada dua prosedur yang dapat dilakukan. Dokter akan mengeringkan kista atau melakukan operasi pengangkatan kista tersebut.

 

Keluhan yang biasa dirasakan dari penyakit kista ginjal adalah nyeri pinggang akibat massa kista ginjal yang cukup besar. Kista juga terjadang mengalami infeksi maupun trauma yang berasal dari luar. Dampak dari penyebab ini adalah pendarahan sehingga terasa nyeri yang hebat. Gejala utama kista ginjal yang biasa dirasakan juga adalah infeksi saluran kemih yang sering dapat ditangani mandiri dengan antibiotic, nyeri dan kadang-kadang sangat kuat diperut dan punggung bawah yang dapat membantu dengan obat penghilang rasa sakit, dan darah dalam urin penderita. Jika Anda merasa gejala-gejala tersebut kemudian sebagai hal yang biasa kunjungan ke dokter harus dlakukan.  Penanganan penyakit kitsa ginjal pada umumnya dilakukan secara konservatis dengan pemantauan klinis atau juga pemeriksaan penunjang lain secara berkala. Bila sudah timbul keluhan atau komplikasi pada penyakit kista ginjal ini dapat dilakukan aspirasi cairan kista (tuntutan UGD) disertai pemberian obat skleroterapi maupun dengan pembedahan.

 Kreatinin Pada Ginjal

Ginjal memiliki 1,3 juta nefron, setiap nefron terdiri dari glomerulus, tubulus proksimal, ansa Henle, dan tubulus distalis. Tubulus distalis akan bermuara ke dalam collecting tubule yang kemudian menuju ureter.

 Ginjal bekerja sebagai organ yang membuang cairan dari dalam tubuh dan menyaring zat yang masih diperlukan oleh tubuh yang berasal dari plasma. Proses penyaringan ini terjadi di  glomerulus yang menghasilkan fitrat. Fitrat ini berasal dari darah yang tidak mengandung sel darah dan protein dengan berat molekul (BM) > 60.000 Dalton. Jumlah fitrat yang dihasikkan adalah 125 mL/menit berarti 180 L/hari yang disebut sebagai “glomerular filtration rate” (GFR) sehingga bila fungsi filtarasi ginjal kurang sempurna maka cairan dan zat tertentu akan terkumpul di dalam tubuh  seperti urea dan kreatinin yang akan membahayakan pasien.

Untuk menilai fungsi ginjal diperlukan pemeriksaan urien terutama pH, berat jenis dan albumin. Fitrat glomerulus akan mengalami reabsorpsi air pada tubulus proksimal dan disatal secaa aktif, sehingga filtrat glomerulus menjadi lebih pekat. Selain itu air akan mengalami reabsorpsi pasif yang diperngaruhi oleh antidiuretic hormone (ADH).

Sebagaimana disebut diatas ginjal mempunyai fungi filtasi, reabsorpsi dan aeksresi. Unutk menguji faal reabsorpsi dapat dipakai penguluran berat jenis urine. Umumnya berat jenis filtrat glomerulus berkisar 1010, sehingga berat jenis urin yang menetap < 1010 sepanjang hari dapat berupa kelainan fungsi ginjal. Tapi pemeriksaan berat jenis urine ini berubah dari waktu ke waktu dan sangat dipengaruhi oleh :

– Jumlah cairan yang diminum

– Banyaknya keringat

– Kemampuan ginjal untuk mereabsorpsi cairan pada tubuli ginjal

 

Sebagaimana glomerulus berfungsi menyaring plasma khususnya protein dengan berat molekul > 60.000 dalton. Bila ditemukan adanya albumin perlu dicurgai kebocoran dari glomerulus.

Uji faal ginjal yang lain adalah :

  1. Pengukuran kadar urea di serum banyak digunakan untuk menyaring kelainan fungsi ginjal yang biasanya dilakukan bersamaan dengan pengukuran kadarkreatinin di serum. Urea difiltrasi oleh glomerulus kemudian di reabsorpsi kembali oleh tubuli ginjal. Pemeriksaan kadar urea selain terletak pada fungsi ginjal juga dipengaruhi oleh kecepatan produksi urea yaitu banyaknya protein yang dicerna.
  2. Kreatinin adalah zat yang berasal dari kreatin dan kreatin fosfat dari otot, sehingga kadar kreatinin tergantung pada massa otot. Oleh karena itu kadar kreatinin serum pada pria lebih tinggi dari wanita.
  3. Creatinine clearance (Klirens kreatinin) atau bersihan kreatinin adalah kemampuan ginjal unutk membesihkan suatu zat dalam waktu 1 menit. Klirens keratinin ini  dihitung menggunkan formula berdasarkan umur, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan dan banyaknya urine dalam waktu 24 jam. Klirens kreatinin akan menjadi rendah palsu pada penggunaan obat cimetidine.

 

Pemeriksaan Penyakit Pada Ginjal

Ginjal adalah organ yang berfungsi menghasilkan urin melalui proses filtrasi di glomeruli dan diikuti dengan reabsorbsi zat-zat yang masih diperlukan tubuh pada tubuli ginjla dan sekresi zat yang tidak digunakan lagi oleh tubuh. Satuan fungsional ginjal disebut dengan nefron terdiri dari glomerulus, tubulus proksimal, ansa Henle dan tubulus distalis. Tubulus distalis akan bermuara ke dalam collecting tubule yang kemudian menjadi ureter.

 

Cairan tubuh yang dihasilkan oleh ginjal melalui proses penyaringan di glomerulus yang dalam keadan normal disebut filtrat glomerulus. Filtrat tersebut tidak mengandung sel darah maupun protein dengan berat molekul > 60.000 dalton.

Proses penyaringan darah pada glomerulus diatur oleh tekanan darah dan tekanan di dalam lumen nefron. Hasil filtasi glomeruli 125 ml/menit yang sesuai dnegan 180L/24 jam karena sebagian besar dari filtrat tersebut diserap kembali oleh tubuli ginjal. Filtrat glomeruli ini memiliki berat jenis 1010 0,002 dan pH 7.4. Dalam keadaan normal masih didapatkan glukosa di dalam filtrat. Tetapi tidak didapatkan di dalam urine karena tubuli ginjal memiliki kemampuan untuk menyerap glukosa kembali sebanyak 180mg/dL.

Sebagaimana diketahui urin adalah hasil filtrasi dari darah melalui glomeruli, sehingga perubahan di dalam aliran darah dapat menunjukkan kelainan di dalam urine. Adanya hipertensi dapat menimbulkan berkurangnya fungsi ginjal yang merusak dinding pembuluh darah glomeruli, sehingga mungkin didapatkan eritrosit, leukosit dan epitel di urine.

Kerusakan pada tubuli dapat disebabkan oleh pengaruh zat yang beracun seperti dilepaskannya hemoglobin dari aliran darah atu obat yang bersifat racun terhadap tubuli ginjal. Pada keadaan ini bisa didapatkan silinder di dalam urin yang merupakan cetakan protein pada tubuli ginjal. Perubahan dalam susunan plasma dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan kimia urine seperti pada :

– Penyakit hati dijumpai bilirubin dan peningkatan urobilinogen urine

– Diabetes mellitus dijumpai glukosa dan benda keton dalam keadaan ketoasidosis.

– Gangguan ginjal dijumpai perubahan dalam pH, berat jenis urine, protein dan kelainan hasil pemeriksaan sedimen urine

– Penyakit dengan kelainan darah seperti anemia hemolitik dijumpai hemoglobin di dalam urine.

Selain itu dapat dijumpai pula kelainan dalam sedimen urin seperti eritrosit, leukosit bakteri, jamur, Trichomonas, epitel dll.

Pemeriksaan urin meliputi pemeriksaan makroskopik seperti warna, kejernihan dan bau; mikroskopik meliputi pemeriksaan unsur erirosit, leukosit, epitel, silinder, bakteri, jamur, protozoa dll. Yang dilakukan pada pemeriksaan kimia urin meliputi pemeriksaan berat jenis, pH, glukosa, protein, keton, nitrit (bakteri), darah samar, esterase leukosit, urobilinogen dan bilirubin.

 

Macam-Macam Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal biasanya dibagi menjadi 4 macam kategori berdasarkan 4 kompartemen dasar anatomik yang pada prinsipnya terkena :

– Glomerulus
– Tubulus
– Interstisium
– Pembuluh darah

Banyak kelainan ginjal mengenai lebih dari satu struktur. Semua bentuk penyakit ginjal kronik terdapat kecenderungan bahwa pada akhirnya keempat elemen ginjal tersebut akan rusak dan sebagai puncaknya terjadilah penyakit ginjal stadium akhir (terminal) serta gagal ginjal kronik.

Penyakit ginjal secara klinis memiliki manifestasinya sendiri di dalam sindrom yang sudah didefinisikan dengan cukup baik. Sindrom tersebut diantaranya adalah :

 

  1. Sindrom nefritis akut terlihat pada beberapa penyakit glomerulus tertentu misalnya glomerulonefritis pasca infeksi streptokokus. Sindrom ini ditandai oleh onset kuat hematuria yang terlihat secara makroskopik, proteinuria yang ringan hingga sedang dan hipertensi.
  2. Sindrom nefrotik ditandai oleh protenuria berat (> 3,5 gm/hari), hipoalbuminemia, edema berat, hiperlipidemia dan lipiduria.
  3. Hematuria atau proteinuria asimtomatik biasanya merupakan manifestasi kelainan glomerulus yang ringan.
  4. Gagal ginjal akut didominasi oleh onset akut azotemia dengan oliguria atau anuari yyang terjadi karena cedera berat pada salah satu komponen ini : glomerulus, tubulus, interstisium atau pembuluh darah.
  5. Defek tubulus ginjal didominasi oleh poliuria, nokturia dan gangguan elektrolit misalnya asidosis metabolik. Defek ini terlihat pada penyakit didapat atau gentik yang mengenai tubulus dan atau interstisium.
  6. Infeksi saluran kemih mengenai ginjal (pielonefritis) atau kandung kemih (sistitis) dengan bakteriuria dan piuria.
  7. Nefrolitasis memiliki manifestasi klinis berupa kolik ginjal, hematuria dan pembentukan batu yang rekuren.

 

Ciri-Ciri Penyakit Ginjal

Setiap orang mempunyai 2 buah ginjal yang terletak di belakang rongga perut setinggi tulang iga terakhir di kiri dan kanan tulang belakang. Secara garis besar, fungsi ginjal ada dua, yaitu fungsi eksresi dan sekresi. Fungsi eksresi yaitu mengeluarkan air dan sampah metabolisme dalam bentuk air kemih, sedangkan fungsi seksresi yaitu menghasilkan hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.

Setiap ginjal memiliki satu juta nefron yang merupakan bagian ginjal untuk menyaring darah. darah yang mengalir ke nefron di saring oleh glomerulus, selanjutnya sisa metabolisme dikeluarkan dalam urine. Hampir semua penyakit ginjal menyerang nefron. Penyakit ginjal memang tidak menular, tapi bisa menyebabkan kematian. Karena itu kita perlu meningkatkan kesadaran untuk mencegahnya agar tidak menjadi penyakit kronis.

  

Ciri-ciri penyakit ginjal terkadang tidak mudah dikenali, apalagi oleh meraka yang tidak mengetahui penyakit seputar ginjal atau meraka yang awam terhadap ciri penyakit kronis, sementara itu penyakit ginjal jika terus dibiarkan akan menjadi penyakit ginjal yang akut atau kronis.

Oleh karena ciri-ciri dari penyakit ginjal perlu dikenali dan diketahui sebagai suatu upaya dalam kewaspadaan untuk menjaga diri dan kesehatan dari penyakit ginjal. Jika seseorang menderita penyakit ginjal masih berada pada stadium awal ciri-ciri penyakit ginjal tidak menunjukkan gejala yang mudah dikenali begitu saja tanpa melalui pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan ada atau tidaknya penyakit ginjal tersebut.

Seseorang yang mengalami penyakit ginjal tanpa merasakan gejala awal seperti kinerja dan kemampuan ginjal yang semakin menurun dan akan terjadi penumpukan sisa-sisa racun yang harusnya dikeluarkan dari tubuh. Hal demikian dapat menyebabkan pembengkakan pada wajah, kaki dan nafas menjadi pendek dan sesak.

Berikut ini ciri-ciri penyakit ginjal, diantaranya adalah :

  1. Sering mengalami masalah anemia
    2. Saat di cek ternyata kadar Hemoglobin (Hb) rendah
    3. Tubuh terasa mudah lelah
    4. Sering merasa sakit dan kram
    5. Penurunan nafsu makan
    6. Susah tidur atau insomnia
    7. Wajah dan kaki terlihat bengkak
    8. Mata terlihat cekung dan mulut terasa kering seperti kekurangan lendir atau cairan dalam mulut

Jika anda mengalami gejala atau ciri diatas sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah anda terserang penyakit ginjal atau tidak dengan melakukan pengecekan tes urine dan kreatinin, untuk memastikan seberapa berat penyakit ginjal yang menyerang.

Akibat Penyakit Ginjal

 

Ginjal bertugas menyaring zat-zat buangan yang dibawa darah agar tetap bersih dan membuang sampah metabolik tersebut agar sel-sel tubuh tidak menjadi loyo akibat keracunan. Zat-zat tersebut berasal darai proses normal pengolahan makanan yang dikonsumsi dan dari pemecahan jaringan otot setelah melakukan suatu kegiatan fisik. Tubuh akan memakai makanan sebagai energi dan perbaikan jaringan sel tubuh. Setelah tubuh mengambil secukupnya dari makanan tersebut sesuai dengan keperluan untuk mendukung kegiatan, sisanya akan dikirim ke dalam darah untuk kemudian di saring di ginjal.

Bersamaan bertambahnya usia, fungsi ginjal juga akan menurun. Setelah umur 40 tahun, kita mulai kehilangan beberapa nefron yaitu saringan penting di dalam ginjal. setiap dekade pertambahan umur, fungsi ginjal menurun sekitar 10 ml/menit/1,73 m2. Dengan perhitungan standar laju filtrasi glomerulus/LFG (Glomurelar Filtration Rate/GTR) normla sekitar 100 ml/menit/1,73 m2, penurunan tersebut adalah sama dengan 10 % dari kemampuan normal fungsi ginjal.

 

Selain proses penuaan, terjadi pula penurunan fungsi ginjal karena gangguan penyakit, kecelakaan, keracunan, ataupun luka sekitar 20 % yang lebih banyak berpengaruh sehingga bisa terjadi kerusakan ginjal yang berat adalah infeksi ginjal, batu ginjal dan penyakit kronis lainnya yang diakibatkan oleh ginjal yang terganggu.

Tim Ginjal RS. Muhammadiyah Bandung

  1. Prof DR. Dr. H Rachmat Soelaeman,Sp PD-KGH
  2. dr. Hj. Lien Sumarlina
  3. 9 Perawat Terlatih Hemodialisa

 source


sedang-hamil-jangan-lupa-untuk-selalu-konsumsi-12-makanan-ini.jpg
17/Jan/2015

sedang-hamil-jangan-lupa-untuk-selalu-konsumsi-12-makanan-ini

 

rsmb.co.id – Mengonsumsi makanan sehat sangatlah penting untuk kesehatan tubuh Anda terutama bagi wanita hamil. Sebab saat hamil, Anda tidak hanya memberikan makanan untuk diri Anda sendiri namun juga janin yang sedang Anda kandung. Masa kehamilan juga masa penting bagi terbentuknya organ penting janin oleh karena itu mengonsumsi makanan bernutrisi sangatlah penting.

Dilansir dari healthmeup.com, berikut adalah makanan super sehat untuk ibu hamil.

Telur
Telur merupakan salah satu sumber protein terbaik dan mengandung asam amino yang penting untuk kesehatan Anda dan bayi Anda. Telur juga dikemas dengan sejumlah vitamin dan mineral, seperti kolin, yang meningkatkan perkembangan otak bayi. Namun pastikan Anda tidak mengonsumsi telur setengah matang saat sedang hamil.

Sayuran hijau
Sayuran hijau mengandung folat dan zat besi dengan jumlah tinggi. Semua nutrisi ini penting untuk kesehatan tubuh Anda.

Buah beri
Blueberry, stroberi, dan blackberry yang lezat penuh antioksidan. Buah beri juga mengandung vitamin C, potasium, folat, dan serat. Anda bisa mengonsumsinya secara langsung atau ditambahkan ke dalam puding atau oatmeal.

Kacang-kacangan
Semua jenis kacang-kacangan mengandung nutrisi penting untuk ibu hamil. Makanan sehat ini penuh akan protein, serat, dan nutrisi penting seperti zat besi, folat, kalsium, dan seng.

Oatmeal
Oat terdiri dari karbohidrat kompleks yang membuat Anda kenyang lebih lama. Oat juga membantu menurunkan kolesterol dan mengontrol kadar gula darah Anda. Hal ini penting untuk mencegah diabetes yang biasanya terjadi pada masa kehamilan.

Yogurt rendah lemak
Minum susu memang menyehatkan kandungan. Namun Anda bisa mengonsumsi produk olahan susu lainnya yang lebih sehat seperti yogurt. Sebab yogurt mengandung kalsium, protein, serta bakteri baik untuk mencegah sembelit yang biasanya terjadi pada masa kehamilan.

Pisang

Pisang mengandung kalium yang tinggi. Nutrisi ini diperlukan agar Anda lebih merasa berenergi ketika sedang hamil. Makan pisang juga mencegah mual saat sedang hamil.

Brokoli
Kandungan kalsium dan folat di dalam brokoli penting untuk mendukung kesehatan kehamilan. Brokoli juga membantu tubuh untuk menyerap zat besi yang bermanfaat untuk kesehatan janin.

Daging tanpa lemak
Anda membutuhkan asupan zat besi tinggi saat sedang hamil. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan Anda merasa kelelahan. Salah satu jenis makanan tinggi zat besi adalah daging. Namun pilihlah jenis daging rendah lemak agar Anda tidak terkena kolesterol tinggi saat sedang hamil.

Biji-bijian
Saat hamil, hindari mengonsunsi makanan bertepung tinggi. Sebagai gantinya, konsumsi banyak biji-bijian seperti gandum sebab gandum kaya akan folat dan zat besi.

Jeruk
Jeruk mengandung vitamin C, folat, dan serat. Jeruk juga terdiri dari 90% air yang efektif memenuhi kebutuhan cairan Anda.

Buah kering
Saat sedang hamil, biasanya hasrat Anda untuk nyemil sangatlah tinggi. Salah satu jenis camilan sehat yang bisa Anda konsumsi adalah buah kering sebab buah ini kaya akan serat, zat besi, dan protein.

Itulah beberapa jenis makanan sehat yang wajib untuk Anda konsumsi selama masa kehamilan. Ingat pula bahwa sebaiknya Anda mengonsumsi makanan tersebut dalam bentuk segar sebab kandungan nutrisi di dalamnya masih tinggi.

 

Source


12-kebiasaan-ini-mampu-hancurkan-kesehatan-ginjal.jpg
17/Jan/2015

 

12-kebiasaan-ini-mampu-hancurkan-kesehatan-ginjal

rsmb.co.id – Ginjal merupakan salah satu organ penting tubuh yang memiliki fungsi untuk menyaring darah dan racun yang ada di dalam tubuh. Ginjal juga memproduksi beberapa jenis hormon yang akan membantu Anda untuk menyerap beberapa jenis mineral penting. Tanpanya, kesehatan tubuh Anda pastilah terganggu.

Itulah sebabnya Anda harus mewaspadai beberapa kebiasaan yang mampu mengganggu kesehatan ginjal. Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah kebiasaan perusak kesehatan ginjal.

Alkohol
Tahukah Anda bahwa minum minuman beralkohol mampu merusak ginjal? Hal ini disebabkan karena ginjal harus bekerja ekstra keras untuk menyaring racun di minuman beralkohol. Oleh sebab itu, ketika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus maka ginjal Anda dapat rusak.

Merokok
Salah satu kebiasaan yang merusak ginjal adalah merokok. Sebab rokok akan mempengaruhi kesehatan pembuluh darah dan mengganggu sirkulasi darah ke berbagai macam organ penting tubuh.

Soda
Selain minuman beralkohol, soda juga cenderung merusak kesehatan ginjal. Sebuah penelitian terbaru menyimpulkan bahwa soda akan membuat urin Anda mengandung protein yang menjadi perusak kesehatan ginjal.

Stres di kandung kemih
Stres di kandung kemih biasanya terjadi ketika Anda sering menunda buang air kecil. Stres ini juga akan memberikan tekanan tidak sehat pada ginjal. Oleh karena itu jangan tunda keinginan Anda untuk buang air kecil.

Kurang minum
Air minum penting untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Sebab ketika racun menumpuk dalam darah, maka akan menyakiti ginjal.

Jarang berolahraga
Kurangnya frekuensi berolahraga juga mempengaruhi kesehatan ginjal. Sebab saat Anda jarang berolahraga maka organ tubuh tidak teregenerasi dengan baik serta membuat berat badan meningkat yang akhirnya mampu merusak kesehatan ginjal.

Kurang tidur
Saat tidur, maka organ tubuh pun beristirahat dengan baik. Sehingga bayangkan jika Anda kurang tidur, maka ginjal akan bekerja terus-menerus dan akhirnya kemampuannya menurun.

Kekurangan vitamin
Kekurangan vitamin, terutama vitamin B6 akan meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Sehingga pastikan Anda mengonsumsi makanan bernutrisi setiap hari untuk kesehatan ginjal dan tubuh secara keseluruhan.

Mengonsumsi banyak garam
Tingginya jumlah natrium dalam darah mampu mengganggu kesehatan ginjal Anda. Oleh karena itu pangkas konsumsi garam melalui konsumsi makanan sehat.

Kafein berlebih
Kafein memang baik untuk kesehatan tubuh. Namun terlalu banyak kafein juga mampu merusak ginjal. Sebab kafein akan mempengaruhi tekanan darah yang berdampak langsung pada kesehatan ginjal Anda.

Minum obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat-obatan tertentu mampu mempengaruhi kesehatan ginjal. Sebab ginjal harus berjuang keras untuk menyaring bahan kimia di dalamnya.

Mengonsumsi protein berlebihan
Protein penting untuk pembentukan organ tubuh. Namun jika terlalu banyak maka harus membuat ginjal bekerja keras untuk mencernanya dan jika tercerna tidak sempurna maka akan menyebabkan pembentukan batu ginjal.

Itulah beberapa kebiasaan yang mampu mempengaruhi kesehatan ginjal. Oleh karena itu ketika Anda ingin mempunyai ginjal yang sehat, maka sebisa mungkin jauhi kebiasaan buruk tersebut.

 

Source


rad.jpg
25/Sep/2014

rad

Bersamaan dengan perkembangan teknologi alat-alat kedokteran, peranan radiologi cukup besar dalam menegakkan diagnosa penyakit vaskuler dengan berbagai macam teknik pemeriksaan yang disesuaikan dengan teknologi alat maupun modalitas yang tersedia. Demikian pula dengan alat-alat radiologi yang tersedia di RS Pusat Pertamina, dengan beberapa alat radiologi canggih yang dapat digunakan dalam penegakkan diagnosa penyakit vaskuler, diantaranya CT scan (multislice) 64 slice , MRI 1,5 Tesla dan Doppler Ultrasonography.

MULTISLICE CT SCAN
CT Scan merupakan salah satu modalitas radiologi dengan memanfaatkan sinar X ray dengan teknologi multipel detektor yang terus berkembang pesat sehingga gambaran yang dihasilkan semakin detail dengan potongan (slice) yang semakin banyak dengan ketebalan potongan yang semakin tipis dan waktu pemeriksaan yang semakin singkat, sehingga diharapkan dapat mendeteksi lesi/kelainan yang sangat kecil dan pasien merasa nyaman.

Pada teknik pemeriksaan akan mendapatkan informasi tentang adanya penyempitan atau obstruksi arteri, aneurysma dengan atau tanpa dissecting, arteriovenous malformation, deep vein thrombosis, pulmonary emboli, injury, vaskularisasi tumor, atherosklerosis maupun kondisi vaskuler lainnya.

Keuntungan pemeriksaan CT Angiopraphy diantaranya : (dikutip dari Radiologyinfo.Org/ACR/RSNA)
– Meningkatkan akurasi tindakan operasi
– Mendeteksi penyempitan maupun obstruksi pembuluh darah maupun abnormalitas lainnya sebelum dan sesudah terjadinya gejala klinis.
– Menghasilkan gambaran anatomi yang lebih detail dibandingkan MRI, terutama pada pembuluh darah kecil.
– Menggambaran detail pembuluh darah sebelum dilakukan kateterisasi.
– Dibandingkan kateterisasi , CT angiography lebih cepat, non invasive dan lebih sedikit kemungkinan terjadinya komplikasi serta biaya lebih murah.

Kerugian pemeriksaam CT Angiography diantaranya :
– Riwayat allergy terhadap media kontras iodium
– Tidak dapat dilakukan pada pasien dengan gagal ginjal maupun penurunan fungsi ginjal (borderline) karena akan memperburuk fungsi ginjal.
– Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil, karena adanya bahaya radiasi dan pengaruh kontras.
– Pada wanita menyusui , dilarang menyusui bayinya hingga 24-48 jam pasca pemeriksaan dengan kontras.

ULTRASONOGRAPHY
Ultrasonography merupakan modalitas radiologi yang memanfaatkan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran yang dihasilkan sesuai dengan panjang gelombang suara pantulan pada masing-masing organ. Doppler Ultrasonography merupakan salah satu teknik pemeriksaan yang dipergunakan untuk mendeteksi pembuluh darah, baik struktur maupun aliran (patency). Teknik ini dapat digunakan pada pembuluh darah seluruh organ tubuh seperti organ jantung, abdomen maupun ekstremitas.
Keuntungan pemeriksaan Doppler Ultrasonography :
– Hampir ditemukan resiko pada pasien
– Tidak terpapar radiasi
– Biaya lebih murah
– Tidak membutuhkan persiapan

Kerugian pemeriksaan Doppler Ultrasonography :
– Waktu pemeriksaan lebih lama dan sangat tergantung dari keahlian operator

MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI)
MRI (Magnetic resonance Imaging) merupakan modalitas radiologi yang memanfaatkan medan magnet dan gelombang radiomagnetic yang dapat menghasilkan gambaran 2 dimensi dan 3 dimensi organ-organ tubuh seperti kepala, leher,jantung, thoraks, abdomen, pelvis, extremitas bawah dan atas. MRI dapat pula digunakan untuk mendeteksi pembuluh darah dan dinamakan MRA (magnetic resonance Angiography) yang dapat membantu klinisi untuk mendiagnosa adanya kelainan vaskuler seperti aneurysma, dissecting aorta, AVM, kelainan jantung, inflamasi pembuluh darah (vaskulitis), Atherosklerosis.
Keuntungan pemeriksaan MR Angiography:(dikutip dari Radiologyinfo.Org/ACR/RSNA)
– Pemeriksaan Noninvasive yang tidak menggunakan radiasi sinar X
– Non Invasive dimana Gambaran pembuluh darah dan aliran pembuluh darah dapat terdeteksi tampak harus menggunakan kateterisasi
– Waktu yang digunakan untuk pemeriksaan lebih singkat dibandingkan dengan catheter angiography
– Biaya lebih murah dibandingkan catheter angiography
– Pada pemeriksaan MRA tanpa kontras, pembuluh darah sudah dapat terdeteksi dengan jelas.
– Kontras yang digunakan pada MRA lebih sedikit menyebabkan allergi dibandingkan kontras iodine pada pemeriksaan CT Scan.

Kerugian pemeriksaan MR Angiography : – Tidak dapat dilakukan pada pasien dengan riwayat pemasangan implan metal dalam tubuh.
– Tidak dapat dilakukan pada pasien dengan gejala klaustrophobia, namun dapat dilakukan dengan batuan obat penenang (sedasi)
– Komplikasi nefrogenic systemic akibat penggunaan kontras, namun sangat jarang, karena komplikasi terjadi bila kontras diberikan pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal yang berat.
– Pada pasien menyusui, maka di anjurkan untuk tidak menyusui dalam waktu 24-48 jam post pemberian kontras.


© Copyright 2021 - Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung.

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful