Berita
Bandung, 18 Juli 2026 – RS Muhammadiyah Bandung (RSMB) berkolaborasi dengan SiCepat Ekspres menggelar kegiatan Khitanan Massal yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) di SiCepat Ekspres Bandung Sortation, Jl. Moch. Toha No. KM, RW. 6, Pasawahan, Bandung.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial SiCepat Ekspres bersama RS Muhammadiyah Bandung dalam memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang akan menjalani khitan.
Dalam pelaksanaannya, SiCepat Ekspres menggandeng tim medis RS Muhammadiyah Bandung untuk memberikan pelayanan khitan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan standar pelayanan medis. Selain tindakan khitan, peserta juga mendapatkan pendampingan selama proses berlangsung.
Kegiatan ini berhasil melayani 22 anak yang mengikuti khitan massal. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar berkat sinergi antara panitia, tenaga kesehatan, serta dukungan dari para orang tua peserta.
Melalui kegiatan ini, RS Muhammadiyah Bandung dan SiCepat Ekspres berharap kolaborasi dalam program-program sosial di bidang kesehatan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Khitanan massal ini juga menjadi salah satu bentuk nyata komitmen kedua pihak dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada sesama.
Bandung, 14 Juli 2026 — RS Muhammadiyah Bandung menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) pada Selasa (14/7/2026) di Auditorium RS Muhammadiyah Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh Tim PONEK, jejaring Faskes RS Muhammadiyah Bandung, serta tenaga kesehatan terkait sebagai upaya memastikan mutu pelayanan kegawatdaruratan ibu dan bayi berjalan sesuai standar.
Selain pelaksanaan monitoring dan evaluasi, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi ilmiah. dr. Nina Surtiretna, Sp.A(K), Subsp.Neo(K), M.Kes selaku Ketua Tim PONEK RS Muhammadiyah Bandung menyampaikan materi mengenai kegawatdaruratan neonatal, sementara dr. Amarendra Nandiwhardana, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi RS Muhammadiyah Bandung, memaparkan materi tentang hipertensi dalam masa kehamilan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam penanganan kasus maternal dan neonatal.
MONEV dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan layanan PONEK, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi antarprofesi semakin optimal sehingga pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dapat diberikan secara cepat, tepat, dan berkualitas demi meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.

